JSP (Java server Page) adalah extention dari java servlet yang diciptakan untuk memidsahkan tampilan web dengan business logic dalam rangka membuat halaman web yang dinamis ( dynamic web content).( Irwanto 2007)

HTML ( Hypertext Markup Language) adalah suatu bahasa yang dikenali oleh web browser untuk menampilkan informasi dengan lebih menarik dibandingkan dengan tulisan text biasa (plain text).

Web browser adalah program computer yang digunakan untuk membaca HTML , kemudian menerjemahkan dan menampilkan hasilnya secara visual ke layar computer. Web browser : Opera , Mozilla FireFox , Safari ,Google Chrome.

HTML mempunyai aturan dan struktur tertentu untuk menuliskan perintah perintahnya yang biasa dinamakan dengan TAG HTML. Aturan diawali dengan lambnag <tag> dan diakhirid dengan </tag>

misal

<head> disini isi </head>

<body> isi </body>

(Oktavian 2010)

Keunggulan JSP 

JSP mudah dipelajari dan memungkinan develope r membuat Web Site dan aplikasi dengan cepat. JSP berjalan diatas Java yangmerupakan object oriented Programming sehingga JSP berada pada platform yang kuat untuk pengembangan aplikasi. Alasan utama mengapa menggunakan JSP:

1. Multi Platform

Kita dapat merubah system operasi kita tanpa harus merubah kode-kode jsp yang telah dibuat misalnya dari Linux ke Windows atau ke Unix. Demikian juga dari IIS ke Apache atau ke IBM Websphere.

2.   Reusable code dengan memanfaatkan Javabeans

3.   Dengan JSP berarti kita mendapat semua keunggulan dari Java.

Kelemahan JSP

  1. Proses kompile terhadap halaman JSP mengakibatkan client harus menunggu lebih lama pada saat pertama kali di lakukan loading. Hal ini tentu saja menyebabkan kecepatan proses JSP secara menyeluruh berkurang.

JSP memiliki tiga komponen utama, yaitu :

  1. Directives : merupakan suatu petunjuk bagi web container tentang sesuatu yang harus dilakukan pada saat container melakukan compile halaman JSP.
  2. Scripting Elements : tag untuk menuliskan program Java.
  3. Action : special tag yang memberikan pengaruh pada halaman JSP pada saat runtime.

 

 

 

 

Berkas:Ipb.jpg

Institut Pertanian Bogor adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor.Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouwschool, Middelbare Bosbouwschool dan Nederlandsch Indiche Veeartsenschool.

IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang akan dimulai pada tahun 2006.Pada tahun 2007 secara embrional IPB direncanakan menjadi universitas riset.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965.Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan.Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Tahun 2004 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional. Sistem ini hanya diterapkan di IPB. Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.

 

Program Studi di IPB dikelola 9 Fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana dan Program Diploma.

Arti Lambang

Lambang IPB mencerminkan pertumbuhan IPB sebagai suatu lembaga pendidikan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi serta akan selalu maju, tumbuh terus dan mengamalkan Tridarma Perguruan Tinggi dengan berlandaskan Pancasila.

Lambang IPB terdiri atas tulisan INSTITUT PERTANIAN BOGOR, pohon berdaun lima helai, dan buku terbuka dibawahnya yang kesemuanya berwarna putih dengan dasar berwarna biru; warna dasar biru melambangkan IPB termasuk kelompok ilmu pengetahuan; gambar buku terbuka melambangkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan; bentuk bundar melambangkan bahwa ilmu itu tidak ada batasnya, selalu berkembang, bertambah; cabang tiga helai yang muncul dari buku melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi; dan kelima ujung helai daun melambangkan lima fakultas pertama pada waktu IPB berdiri dan Tridarma Perguruan Tinggi dilaksanakan berdasarkan Pancasila. 

Tujuan
  • Menguatkan sistem pendidikan dan kemahasiswaan dengan fokus menghasilkan lulusan yang kompeten, cerdas dan kompetitif.
  • Meningkatkan jumlah dan mutu penelitian terintegrasi sehingga menghasilkan temuan ilmu pengetahuan, paket teknologi yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat (swasta, pemerintah dan lainnya).
  • Meningkatkan kesejahteraan dosen, tenaga penunjang, dan bantuan/subsidi bagi pendidikan mahasiswa.
  • Meningkatkan kapasitas sumberdaya untuk membangun ketangguhan institut.
  • Menguatkan sistem manajemen untuk menyempurnakan sistem manajemen institut dalam rangka mencapai kesehatan organisasi.
Motto
“Mencari dan Memberi Yang Terbaik”
Visi
‘‘Menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan”
Misi
  • Menyelengarakan pendidikan tinggi bermutu tinggi dan pembinaan kemahasiswaan yang komprehensif dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat agraris dan bahari pada masa sekarang dan kecenderungan pada masa yang akan datang.
  • Membangun sistem manajemen perguruan tinggi yang berkarakter kewirausahaan, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
  • Mendorong terbentuknya masyarakat madani berdasarkan kebenaran dan hak asasi manusia.

 

7 Nilai Budaya Korporat IPB

1. Keunggulan Akademik
Mengembangkan budaya akademik yang jujur, obyektif, taat azas, ilmiah, manusiawi, nasionalis, inovatif, visioner, dan mandiri.
2. Spiritualisme
Menjadikan berdasarkan nilai-nilai ibadah dan keimanan, seimbang hak dan kewajiban, seimbang usaha dan berserah diri, keikhlasan, intropeksi diri, dan akhlaq mulia sebagai landasan dalam bekerja.
3. Gigih
Menjaga kebiasaan untuk bersemangat, bekerja dengan cerdas, tidak mudah putus asa, berkesinambungan, focus pada proses dan tujuan, serta bervariasi dalam strategi.
4. Senang Bekerjasama
Membangun sinergi, kolaborasi, dan jaringan kerja, melalui sikap saling menghargai, saling membutuhkan,dan saling mengingatkan.
5. Empati/Peduli
Memahami orang lain berdasarkan keberpihakan yang adil, serta kepekaan pada lingkungan untuk kemajuan bersama.
6. Tanggung Jawab
Menyasuaikan diri dalam tugas, tidak egois, serta cepat dan tepat dalam melaksanakan pelayanan prima guna mencapai kinerja terbaik.
7. Komitmen
Mengutamakan pelaksanaan pekerjaan secara konsekuen, konsisten, ramah, santun, sesuai dengan ketentuan dan norma yang berkaku.

 

 

 

 

Kabupaten Pati, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Pati. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat.

Sejarah Kabupaten Pati berpangkal tolak dari beberapa gambar yang terdapat pada Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu Gambar yang berupa: “keris rambut pinutung dan kuluk kanigara”.

Menurut cerita rakyat dari mulut ke mulut yang terdapat juga pada kitab Babat Pati dan kitab Babat lainnya dua pusaka yaitu “keris rambut pinutung dan kuluk kanigara” merupakan lambang kekuasan dan kekuatan yang juga merupakan simbul kesatuan dan persatuan.

Barangsiapa yang memiliki dua pusaka tersebut, akan mampu menguasai dan berkuasa memerintah di Pulau Jawa. Adapun yang memiliki dua pusaka tersebut adalah Raden Sukmayana penggede Majasemi andalan Kadipaten Carangsoka.

Kevakuman Pemerintahan di Pulau Jawa

Menjelang akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Pajajaran mulai runtuh, Kerajaan Singasari surut, sedang Kerajaan Majapahit belum berdiri.

Di Pantai utara Pulau Jawa Tengah sekitar Gunung Muria bagian Timur muncul penguasa lokal yang mengangkat dirinya sebagai adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.

Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa Kadipaten Paranggaruda, Adipatinya bernama Yudhapati, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan. Mempunyai putra bernama Raden Jasari. 2. Penguasa Kadipaten Carangsoka, Adipatinya bernama: Puspa Andungjaya, wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. Adipati Carangsoka mempunyai seorang putri bernama Rara Rayungwulan

Kadipaten Carangsoka dan Paranggaruda Berbesanan

Kedua Kadipaten tersebut hidup rukun dan damai, saling menghormati dan saling menghargai untuk melestarikan kerukunan dan memperkuat tali persaudaraan, Kedua adipati tersebut bersepakat untuk mengawinkan putra dan putrinya itu. Utusan Adipati Paranggaruda untuk meminang Rara Rayungwulan telah diterima, namun calon mempelai putri minta bebana agar pada saat pahargyan boja wiwaha daup (resepsi) dimeriahkan dengan pagelaran wayang dengan dalang kondang yang bernama “Sapanyana”.

Untuk memenuhi bebana itu, Adipati Paranggaruda menugaskan penggede kemaguhan bernama Yuyurumpung agul-agul Paranggaruda. Sebelum melaksanakan tugasnya, lebih dulu Yuyurumpung berniat melumpuhkan kewibawaan Kadipaten Carangsoka dengan cara menguasai dua pusaka milik Sukmayana di Majasemi. Dengan bantuan uSondong Majerukn kedua pusaka itu dapat dicurinya namun sebelum dua pusaka itu diserahkan kepada Yuyurumpung, dapat direbut kembali oleh Sondong Makerti dari Wedari. Bahkan Sondong Majeruk tewas dalam perkelahian dengan Sondong Makerti. Dan Pusaka itu diserahkan kembali kepada Raden Sukmayana. Usaha Yuyurumpung untuk menguasai dan memiliki dua pusaka itu gagal.

Walaupun demikian Yuyurumpung tetap melanjutkan tugasnya untuk mencari Dalang Sapanyana agar perkawinan putra Adipati Paranggaruda tidak mangalami kegagalan (berhasil dengan baik).

Pada Malam pahargyan bojana wiwaha (resepsi) perkawinaan dapat diselenggarakan di Kadipaten Carangsoka dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Sapanyana. Di luar dugaan pahargyan baru saja dimulai, tiba-tiba mempelai putri meninggalkan kursi pelaminan menuju ke panggung dan seterusnya melarikan diri bersama Dalang Sapanyana. Pahargyan perkawinan antara ” Raden Jasari ” dan ” Rara Rayungwulan ” gagal total.

Adipati Yudhapati merasa dipermalukan, emosi tak dapat dikendalikan lagi. Sekaligus menyatakan permusuhan terhadap Adipati Carangsoka. Dan peperangan tidak dapat dielakkan. Raden Sukmayana dari Kadipaten Carangsoka mempimpin prajurit Carangsoka, mengalami luka parah dan kemudian wafat. Raden Kembangjaya (adik kandung Raden Sukmayana) meneruskan peperangan. Dengan dibantu oleh Dalang Sapanyana, dan yang menggunakan kedua pusaka itu dapat menghancurkan prajurit Paranggaruda. Adipati Paranggaruda, Yudhapati dan putera lelakinya gugur dalam palagan membela kehormatan dan gengsinya.

Oleh Adipati Carangsoka, karena jasanya Raden Kembangjaya dikawinkan dengan Rara Rayungwulan kemudian diangkat menjadi pengganti Carangsoka. Sedang dalang Sapanyana diangkat menjadi patihnya dengan nama ” Singasari “.

Kadipaten Pesantenan

Untuk mengatur pemerintahan yang semakin luas wilayahnya ke bagian selatan, Adipati Raden Kembangjaya memindahkan pusat pemerintahannya dari Carangsoka ke Desa Kemiri dengan mengganti nama ” Kadipaten Pesantenan dengan gelar ” Adipati Jayakusuma di Pesantenan.

Adipati Jayakusuma hanya mempunyai seorang putra tunggal yaitu ” Raden Tambra “. Setelah ayahnya wafat, Raden Tambra diangkat menjadi Adipati Pesantenan, dengan gelar ” Adipati Tambranegara “. Dalam menjalankan tugas pemerintahan Adipati Tambranegara bertindak arif dan bijaksana. Menjadi songsong agung yang sangat memperhatikan nasib rakyatnya, serta menjadi pengayom bagi hamba sahayanya. Kehidupan rakyatnya penuh dengan kerukunan, kedamaian, ketenangan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

Kabupaten Pati

Untuk dapat mengembangkan pembangunan dan memajukan pemerintahan di wilayahnya Adipati Raden Tambranegara memindahkan pusat pemerintahan Kadipaten Pesantenan yang semula berada di desa Kemiri menuju ke arah barat yaitu, di desa Kaborongan, dan mengganti nama Kadipaten Pesantenan menjadi Kadipaten Pati.

Dalam prasasti Tuhannaru, yang diketemukan di desa Sidateka, wilayah Kabupaten Majakerta yang tersimpan di musium Trowulan. Prasasti itu terdapat pada delapan Lempengan Baja, dan bertuliskan huruf Jawa kuna. Pada lempengan yang keempat antara lain berbunyi bahwa : ….. Raja Majapahit, Raden Jayanegara menambah gelarnya dengan Abhiseka Wiralanda Gopala pada tanggal 13 Desember 1323 M. Dengan patihnya yang setia dan berani bernama Dyah Malayuda dengan gelar “Rakai”, Pada saat pengumuman itu bersamaan dengan pisuwanan agung yang dihadiri dari Kadipaten pantai utara Jawa Tengah bagian Timur termasuk Raden Tambranegara berada di dalamnya.

Pati Bagian dari Majapahit

Raja Jayanegara dari Majapahit mengakui wilayah kekuasaan para Adipati itu dengan memberi status sebagai tanah predikan, dengan syarat bahwa para Adipati itu setiap tahun harus menyerahkan Upeti berupa bunga.

Bahwa Adipati Raden Tambranegara juga hadir dalam pisuwanan agung di Majapahit itu terdapat juga dalam Kitab Babad Pati, yang disusun oleh K.M. Sosrosumarto dan S.Dibyasudira, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1980. Halaman 34, Pupuh Dandanggula pada : 12 yang lengkapnya berbunyi : ….. Tan alami pajajaran kendhih, keratonnya ing tanah Jawa angalih Majapahite, ingkang jumeneng ratu, Brawijaya ingkang kapih kalih, ya Jaka Pekik wasta, putra Jaka Suruh, Kyai Ageng Pathi nama, Raden Tambranegara sumewa maring Keraton Majalengka.

Artinya Tidak lama kemudian Kerajaan Pajajaran kalah, Kerajaan Tanah Jawa lalu pindah ke Majapahit, adapun yang menjadi rajanya adalah Brawijaya II, yaitu Jaka Pekik namanya, putranya Jaka Suruh. Pada waktu itu Kyai Ageng Pati, yang bernama Tambranegara menghadap ke Majalengka, yaitu Majapahit.

Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa Raden Tambranegara Adipati Pati turut serta hadir dalam pisowanan agung di Majapahit. Pisowanan agung yang dihadiri oleh Raden Tambranegara ke Majapahit pada tanggal 13 Desember 1323, maka diperkirakan bahwa pindahnya Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan menjadi Kabupaten Pati itu pada bulan Juli dan Agustus 1323 M (Masehi). Ada tiga tanggal yang baik pada bulan Juli dan Agustus 1323 yaitu : 3 Juli, 7 Agustus dan 14 Agustus 1323.

Hari Jadi Pati

Kemudian diadakan seminar pada tanggal 28 September 1993 di Pendopo Kabupaten Pati yang dihadiri oleh para perwakilan lapisan masyarakat Kabupaten Pati, para guru sejarah SMA se Kabupaten Pati, Konsultan, Dosen Fakultas Sastra dan Sejarah UNDIP Semarang, secara musyawarah dan sepakat memutuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1323 sebagai hari kepindahan Kadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan menjadi Kabupaten Pati.

Tanggai 7 Agustus 1323 sebagai HARI JADI KABUPATEN PATI telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor : 2/1994 tanggal 31 Mei 1994, sehingga menjadi momentum Hari Jadi Kabupaten Pati dengan surya sengkala ” KRIDANE PANEMBAH GEBYARING BUMI ” yang bermakna ” Dengan bekerja keras dan penuh do’a kita gali Bumi Pati untuk meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah “. Untuk itu maka setiap tanggal 7 Agustus 1323 yang ditetapkan dan diperingati sebagai “Hari Jadi Kabupaten Pati”.

Geografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Pati adalah dataran rendah. Bagian selatan (perbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora) terdapat rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian barat laut (perbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara) berupa perbukitan. Sungai terbesar adalah Sungai Juwana, yang bermuara di daerah Juwana.

Ibukota Kabupaten Pati terletak tengah-tengah wilayah Kabupaten, berada di jalur pantura Semarang-Surabaya, sekitar 75 km sebelah timur Semarang. Jalur ini merupakan jalur ramai yang menunjukkan diri sebagai jalur transit. Kelemahan terbesar dari jalur ini adalah kecilnya jalan, hanya memuat dua jalur, sehingga untuk berpapasan cukup sulit.

Terdapat sungai besar yaitu Sungai Juwana. Saat musim penghujan sudah terbiasa sungai ini meluap, sehingga pemerintah Jawa Tengah membentuk lembaga yang berfungsi menanggulangi banjir yang bernama Jatrunseluna.

Pembagian administratif

Kabupaten Pati terdiri atas 21 kecamatan, yang dibagi lagi atas 400 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pati.

Kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Juwana dan Tayu, keduanya merupakan kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Jawa, juga Kecamatan Winong.

Slogan: Pati Bumi Mina Tani.

Diharapkan Pati menjadi daerah sentra perikanan dan pertanian di Indonesia.

 

Tokoh-tokoh dari Pati

  1. KH. Sahal Mahfudz
  2. Bp Soelaiman Dwijosoekarto atau Mbah Leman. Beliau adalah Pencipta lambang daerah kabupaten Pati
  3. KH. Abdullah Salam
  4. Hj. Fatimatuzzahro
  5. Ismail Saleh
  6. Sukawi Sutarip
  7. Kwik Kian Gie
  8. M. Soegijono atau pak Giek, yang mendirikan SMP Rondole ditahun 1943, lalu ganti nama menjadi SMP N 1 Pati.
  9. KH.Muhammad Yuda
  10. Drs. H. Imam Suroso, MM ( Pengusaha, Politikus )
  11. Anis Sholeh Ba’asyin (Budayawan)
  12. H. Muhammad Zuhri (Budayawan)

 

Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor memiliki empat departemen.

Keempat departemen tersebut adalah :

  • Departemen Teknik Mesin dan Biosistem
  • Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
  • Departemen Teknologi Industri Pertanian
  • Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan

Fateta dilengkapi dengan unit F-Technopark dan unit Pusat Informasi Teknologi Pertanian (PITP), yang di dalamnya terdapat Perpustakaan.

 

VISI FATETA IPB

Fateta sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka yang diakui secara internasional dalam bidang teknologi pertanian, dengan kompetensi inti pada rekayasa biosistem dan teknologi informasi untuk pertanian tropika yang spesifik lokal. Lulusan Fateta adalah SDM profesional yang bermoral tinggi dan mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara

MISI FATETA IPB

Penyelenggaraan pendidikan tinggi multistrata melalui jalur akademik dan profesional di bidang teknologi pertanian yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta kurikulum yang efisien dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Penyelenggaran penelitian dasar dan terapan dalam bidang teknik pertanian, teknologi pangan dan teknologi industri pertanian dengan memanfaatkan indigenous technology dan sumber daya lokal.

Pelaksanaan kegiatan pelayanan masyarakat secara profesional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peran aktif pada proses modernisasi sistem pertanian yang berkelanjutan.

KEBIJAKAN MUTU

Fateta secara efisien menghasilkan lulusan bermutu tinggi dengan kompetensi bersertifikat yang sesuai dengan tuntutan konsumen dan kemampuan berkarya di bidangnya, didukung oleh komitmen yang tinggi terhadap mutu oleh seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan
STRUKTUR ORGANISASI FATETA

Dekan : Dr. Ir. Sam Herodian, M.S.
Wakil Dekan : Dr. Ir. Sugiyono, M.App.Sc.
KTU Fakultas : Yadi Suryadi, S.E.
Ka.Unit F-Technopark : Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr.
Ka.Unit PITP : Dr. Ono Suparno, STP, MT.

 

PIMPINAN DEPARTEMEN :

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM

Ketua : Dr. Ir. Desrial, M.Eng.
Sekretaris : Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr.

 

DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

Ketua : Dr. Dahrul Syah
Sekretaris : Dr. Nurheni Sri Palupi

 

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Ketua : Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti
Sekretaris I : Prof. Dr. -Ing. Ir. Suprihatin
Sekretaris II : Dr. Indah Yuliasih, STP, M.Si.

 

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

Ketua : Prof. Dr. Ir. Asep Sapei, M.S.
Sekretaris : Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.S

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya yang bagian akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi karbohidrat  yang tinggi, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dapat dibuat sayuran. terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

Ubi jalar merupakan tanaman umbi-umbian yang diambil manfaatnya dari akar yang mengembung. Ubi jalar ada yang berwarna putih dan merah atau putih dan ungu (Soejoeti Tarwotjo.2010). Batang ubi jalar tidak berkayu, herbaceous (banyak mengandung air), dan banyak percabangannya. Setiap batas ruas tumbuh daun, kar, tunas atau cabang. Daunnya berbentuk bulat, menyerupai jantung (hati) atau seperti jari tangan. Umbi ubi jalar berasal dari akar adventif dan akar organ penyimpanan yang membengkak.

KALSIFIKASI :

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae
Genus: Ipomoea
Spesies: ipomea  batatas

 

Komponen Gizi  Ubi Jalar :
Kandungan Gizi

Ubi Putih

Ubi Merah

Ubi Kuning

Daun

Kalori (kal)

123

123

136

47

Protein (g)

1,8

1,8

1,1

2,8

Lemak (g)

0,7

0,7

0,4

0,4

Karbohidrat (g)

27,9

27,9

32,3

10,4

Air (g)

,5

68,5

-

84,7

Serat Kasar

0,9

1,2

1,4

-

Kadar Gula

0,4

0,4

0,3

-

Beta karoten

31,2

174,2

Sumber :  Direktorat Gizi Depkes RI, 1981, Suismono, 1995

Karbohidrat ubi jalar memiliki indeks glisemik 54 (rendah). Artinya, karbohidrat pada ubi jalar  tidak mudah diubah menjadi gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes. Berbeda dengan sifat karbohidrat asal beras dan jagung yang mudah dirubah menjadi gula.

Keistimewaan lain adalah tingginya kandungan serat yang bermanfaat sebagai pengikat zat pencetus kanker dalam tubuh, sehingga ubi jalar bermanfaat sebagai penangkal kanker. Ubi jalar berwarna merah, mengandung serat oligosakarida bertipe larut yang berperan vital untuk menyedot kolesterol “jahat” di dalam darah.

Serat oligosakarida berperan mencegah sembelit, memudahkan buang angin, menjaga keseimbangan flora usus dan prebiotik serta merangsang pertumbuhan bakteri “baik” pada usus sehingga penyerapan zat gizi lebih efektif. Pada orang yang sangat sensitif oligosakarida, konsumsi ubi jalar dapat mengakibatkan kembung.

Betakaroten merupakan bahan pembentuk Vitamin A dalam tubuh manusia. Ubi jalar mengandung betakaroten yang tinggi. Makin pekat warna oranyenya, makin tinggi kadar betakarotennya.

Betakaroten berkhasiat sebagai “obat mata”, dan pengendali produksi hormon melatonin. Hormon ini merupakan antioksidan bagi sel dan sistem saraf otak. Kekurangan zat ini mengakibatkan gangguan tidur dan berkurangnya daya ingat. Selain itu, seretnya pasokan hormon melatonin akan menurunkan produksi hormon endokrin sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kombinasi betakaroten dan Vitamin E dalam ubi jalar dapat menghalau stroke dan serangan jantung.

Betakaroten dapat hilang akibat penanganan, perebusan ubi jalar merusak 10% betakaroten, penggorengan atau pemanggangan merusak 20%, sedangkan penjemuran menghilangkan separuh betakaroten. Menyantap seporsi ubi jalar merah rebus sudah dapat memenuhi kebutuhan Vitamin A harian, sebesar 2.100—3.600 mkg.

Kandungan lain adalah antosianin, zat pigmen pada ubi jalar ungu dan merah. Pigmen antosianin ubi jalar lebih tinggi konsentrasinya dan lebih stabil dibanding antosianin dalam kubis dan jagung kuning. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi, pencegah gangguan fungsi hati, jantung koroner, kanker, dan arterosklerosis.

SUMBER :

http://distan.majalengkakab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=52:ubi-jalar&catid=1:terhangat

http://id.wikipedia.org/wiki/Ubi_jalar

 

SNI Ubi Jalar :

pphp.deptan.go.id/xplore/files/MUTU…/SNI_Tph/…/8.pdf

 

Palet adalah bahan kemasan dan atau tatakan yang sering digunakan untuk menyimpan dan mengangkut barang dari gudang ke distributor. Kayu merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat pallet. Faktor mudah diperbaiki merupakan alasan utama penggunaan kayu sebagai bahan pembuat pallet, selain fleksibel dan murah. Selain itu pallet kayu tidak membutuhkan teknologi tinggi sehingga bisa dianggap padat karya dan mengurangi pengangguran.

Saat ini pallet plastik juga sudah merupakan hal biasa digunakan oleh industri, terutama oleh industri obat-obatan, makanan dan minuman. Mereka beranggapan bahwa pallet plastik memenuhi standar kebersihan yang tinggi sehingga aman digunakan. Akan tetapi pallet plastik mempunyai kelemahan. Selain mahal pallet plastik juga sulit dalam perbaikan. Jika palet plastik retak atau pecah, perbaikan tidak sesederhana dalam proses perbaikan pallet kayu karena materi harus dilelehkan dan remolded dan bisa jadi hal ini akan menimbulkan penurunan kualitas pallet.

Jadwal Semester 3

Kode —-Matakuliah —-Tipe —- Mulai—- Selesai —- Ruangan
Senin
TIN213 Dasar Teknik Pengendalian Sistem Industri R 7.00 10.00 RK. IPB W 4 4.01
TIN261 Keselamatan dan Kesehatan Kerja K 10.30 12.00 AMN
TIN221 Analisis Bahan dan Produk Agroindustri P 13.00 19.00 Laboratorium

Selasa
TIN220 Perhitungan Dasar Rekayasa Proses K 7.00 8.40 RK. H102(a)
TIN220 Perhitungan Dasar Rekayasa Proses R 9.00 12.00 RK. H102(a)

Rabu
KOM201 Penerapan Komputer P 8.00 11.00 Laboratorium
TIN213 Dasar Teknik Pengendalian Sistem Industri K 13.00 14.40 RK. H101

Kamis
TIN240 Teknologi Pengemasan, Distribusi dan Transportasi K 7.00 8.40 RK. V 02.2
STK211 Metode Statistika K 10.00 11.40 RK. B102/103
STK211 Metode Statistika R 13.00 16.00 RK. V 03.2

Jum’at
KOM201 Penerapan Komputer K 7.00 8.40 RK. H101
TIN250 Pengetahuan Bahan Agroindustri K 9.00 10.40 RK. H102(a)
TIN240 Teknologi Pengemasan, Distribusi dan Transportasi P 13.30 16.30 Laboratorium

Keterangan :

 

K :  Kuliah
P : Praktiukum
R : Responsi

SENIN
1.    08.00-10.00 KALKULUS (RK.U 2 03)
2.    10.00-12.00 AGAMA ISLAM (RKCCR 103)
3.    13.00-15.00 AGAMA ISLAM-ASISTENSI (AL-HURR)

SELASA
1.    10.00-12.00 KIMIA (RK. U3 03)
2.    13.00-15.00 BIOLOGI (RKCCR 102
3.    15.00-17.00 EKONOMI UMUM (RK. U2 01)

RABU
1.    08.00-11.00 KIMIA-PRAKTIKUM (LAB. KIMIA 1)

KAMIS
1.    08.00-11.00 BIOLOGI-PRAKTIKUM (LAB. BIOLOGI 1)
2.    13.00-15.00 EKONOMI UMUM-RESPONSI (RKCCR 103)
3.    15.00-17.00 KALKULUS LAGIIIIII!!! (RK. U1 01)

JUMAT
Teknologi Industri Pertanian
1.    13.00-14.00 Pengantar agroindustry ( RK.U2 01)

 

Senin :

  1. Olahraga (5)
  2. Pengantar matematika(2)
  3. Bahasa Inggris Responsi(3)
  4. Bahasa Indonesia (8)

Selasa

  1. Fisika Praktikum( 7)
  2. Pengantar matematika ( 3)
  3. Pendidikan Pancasila Responsi (4 )

Rabu

  1. Pendidikan Pancasila (6)
  2. Bahasa Inggris (3)
  3. Kewirausahaan (4)

Kamis

  1. Sosiologi Umum (1)
  2. Pengantar Ilmu Pertanian (2)
  3. Sosiologi Umum responsi (3)

Jumat

  1. Bahasa Indonesia Responsi (9)
  2. Fisika (9)

Sabtu

  1. Olahraga (5)

Minggu : FREE

Keterangan :

  1. (1) 08.00-09.40 WIB
  2. (2) 10.00-11.40 WIB
  3. (3) 13.00-14.30 WIB
  4. (4) 15.00-16.40 WIB
  5. (5) 06.00-09.00 WIB
  6. (6) 08.00-08.50 WIB
  7. (7) 08.00-11.00 WIB
  8. (8) 15.00-15.50 WIB
  9. (9) 07.00-08.40 WIB
  10. (10) 9.00-10.40 WIB

 

 

Mei 2014
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
My Profile

Nama : Zaenal Arifin
twet : @Zaenala11s
Email : Zaenala11s@gmail.com

Kategori
Daftar Situs Favorite :
http://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama Facebook.com